Direktur Barcelona Khawatir Klausul Pelepasan Messi Masih Bisa Ditebus Klub Lain
Direktur Barcelona, Pancho Schroder, mengatakan nilai klausul pelepasan Lionel Messi masih belum aman untuk menggaransi megabintang itu tidak meninggalkan Camp Nou.
Schroder mengkhawatirkan itu karena Barcelona pernah kehilangan aset berharganya. Neymar pindah ke Paris Saint-Germain setelah klausul pelepasan 222 juta Euro ditebus.
Setelah kepergian Neymar itu, klub Catalan tersebut menaikkan klausul pelepasan Messi menjadi 700 juta Euro pada November 2017 silam.
Kepergian Neymar mengguncang Barcelona dan publik sepakbola karena harga transfernya dinilai terlalu mahal. Menjawab itu, Barcelona pun menaikkan klausul pelepasan Messi.
"Kami mengatur ulang klausul yang kami pikir cukup untuk membuat Messi pensiun di Barcelona," kata Schroder seperti dilansir Soccerway, Kamis 8 Maret 2018.
Namun demikian, angka yang dipatok tahun lalu itu rupanya tak membuat Barcelona merasa aman sekarang. Setelah saga transfer Neymar, fee transfer pemain di bursa Januari tahun ini terbilang naik gila-gilaan. Misalnya saja dalam transfer Phillipe Coutinho, Virgil van Dijk, dan Aymeric Laporte.
"Melihat masa depan tentu sulit. Kami tidak punya bola kristal dan hari ini fee transfer pemain sedikit gila," katanya.
Kekhawatiran hengkangnya para pemain bintang memang melanda LaLiga belakangan ini. Pemicunya agresivitas klub-klub China Super League yang berani bayar mahal.
Sejumlah pemain Barcelona dan Atletico Madrid telah hijrah ke Negeri Tirai Bambu itu pada bursa transfer Januari 2018. Bahkan, ada klub yang dikabarkan berani membayar klausul pelepasan Messi.
Sumber: viva.co.id
